Selasa, 30 Desember 2014

Foto bertema MIMPI_DREAM

Kuasa Mimpi
Karya : Nita Melinda

Dikala fajar mulai tenggelam
Kegelapan malap menyeruak menciptakan kesuraman
Ketika angan , rasa, dan cipta bersatu di dada
Menjadi sebuah kekuatan dalam jiwa
Sekejab kita teringat kembali pada sejuta impian dalam memory 
Yang kini mulai tersisih hanya menjadi ironi

Degup jantung dan dinginya angin malam
Membangunkanku dari buaian kehidupan
Mengingatkanku akan kehebatan mimpi yang terpendam
Membangkitkan semangat muda menyala
Menerangi gelapnya malam dalam naungan
Mingga ku gapai impian dalam genggaman 




 

Rabu, 30 April 2014

Puisi Harian

Selamat siang semuanya...
Makasih yang udah mau mampir di blok Nita. Posting kali ini Nita bagiin contoh-contoh puisi untuk para agan semua. Semoga bermanfaat untuk adik-adik yang butuh buat tugas bahasa Indonesia, atau buat kakak-kakaknya yang lagi galaw.
 CCussSS mari dilihat.....


Kekasih Hatiku


Kukenang lembaran waktuku

Saat mata tak henti-hentinya terpaku

Sesosok insan turun bagaikan benalu

Benalu yang mengikis jantung hatiku

Kilau matanya mengalahkan intan permata

Putih kulitnya mencuri warna salju utara

 Hangat senyumnya menjadi selimut didada

Manis sapanya bagaikan brownis pepaya



Namun sekarang...

Kulihat kau dengan sidia

Semua nya berubah

Langit cerah musnah oleh mendung awan

Engkau bagaikan kampak berduri mengores hati

Menyayat kekaguman ini

Mengubah bara menjadi api

Kini matamu bagaikann intan

Intan yang tak lagi dapat bersinar

Kulitmu putih bagaikan cahaya

Cahaya  yang tak enak dipandang mata

Dingin senyumu bak selimut

Selimut  yang tak lagi hinggap didada

Manis sapamu bak manis sakarin

Sakarin yang meracuni sanubari


Karya Nita Melinda




Dari Paru-Paru untuk Paru-Paru

Aku merindukan kampungku yang dulu
Ketika dunia menyanjungnya
Ketika dunia terbelalak pada eksotismenya
Bahkan, ketika rasa bangga terpupuk apik dalam jiwaku
“bangga “ pada karisma  Zamrud alamku
Ingatkah kau, pada birunya cakrawala sebelum kelabu
Pada udara penyejuk kalbu
Dan bukan serdadu penghancur paru-paru
Lalu kepada bening embun diujung dedauanan itu
Bak mutiara bermandikan cahaya magis yang tak kenal sendu

Namun kini kurasa ada yang lepas dari hatiku
Perlahan  persekian deti merembes meninggalkanku
Ya, rasa bangga itu sekarang lenyap dari dadaku
Yang tertinggal hanya guratan pilu menghujam jantungku
Ada apa dengan alamku? Kemana keelokanmu yang dulu ?
Terenggut oleh kebiadapan manusia yang memburu
Ahh,..  bukan lagi cerita baru
Sejak dulu mereka berniat mengikismu
Mereka lupa pada udara Cuma-Cuma Mu
Dunia ini semakin rapuh, membutuhknmu
Dapatkah kau kembali alamku ?
Bisakah kita mengembalikan keasrianmu ?
Bisa !!
Jika kita mau.


  Buah Pena : Laila Fatimah An.Nadhiroh


Commend bisa koq gan... byar puisinya bisa diperbaharui lagi... kalau mau share silahkan..
Tp cantumkan alamat blog ini ya..