Kamis, 01 Januari 2015

First New Year In The Heroes City (Semarang)



First New Year In The Heroes City (Semarang)

Hello guys ketemu lagi nih sama aku di the Dream’ Blog, kali ini aku mau ceritain gimana serunya ngabisin tahun baru sama temen-temen baru, wilayah baru dan suasana baru pula.
Tahun baru 2014, hampir semua temanku pulang ke kampung halaman mereka, karena saat itu kebetulan kampusku tercinta, Kampus UNDIP rumah kita sedang berlangsung  jadwal minggu tenang sebelum UAS. Tak heran kalo suasana di Tembalang sepi bangat, para mahasiswa yang biasanya berjubel di tempat foto copy entah itu ngeprint tugas, moto copy tugas punya temen (hihihi kalau yang ini jangan ditiru yeey) dan masih banyak lagi keseruan lainya di tempat foto copy(wakswaks).
Cusss sekarng kita langsung ke topik utama yaitu New Year Party  (wooww Super sekali). Karena teman-teman belum pada balik ke Semarang dan hanya ada aku dan sejumlah kecil teman lain yang ada, aku pun mengubur dalam-dalam anganku (sedalem apa tuh nit ??) untuk merayakan tahun baru bersama mereka. Namun, pucuk dicinta ulampun tiba, (huehe sok puitis lu nit) temanku yang kebetulan ada di Semarang ngajakin aku untuk tahun baruan bareng di Simpang Lima tempat paling ramai, paling seru dan paling-paling yang lain, pokoknya tempat ini super banget dehh. Rencananya kami berangkat sore sekitar jam 4 atau 5, karena cuaca tidak mendukung kami pun baru berangkat jam 7.
Saat di perjalanan kami asyik ngobrol, biasa cewek apapun bisa dijadiin bahan obrolan dari temen kampus, makanan, tempat hiburan dan blablabla. Aku sih nyantai aja ya, menikmati indah dan ramainya jalan di Semarang, sampai akhirnya si Pija temenku nyeletuk “Nit, kamu tau jalan ke Simpang Lima kan ??” woww OMG juntung ku seketika berdegup (dari tadi juga udah berdegup kali). Ternyata Pija tidak tahu jalan menuju Simpang Lima, Si pija yang ngajak juga tidak tahu, bagaimana dengan aku coba, udah bisa nebak kan?? tambah tidak tahu lah pasti. Dan akhirnya, yaps betul sekalii.. kami pun muter-muter, melanglang buana tak tentu arah tujuan. Sampai jam 8.30 kami tetap belum menemukan titik terang. Hingga kami mendengar suara-suara horor, suara itu mendorong kami untuk berhenti di angkringan (huahaha dasar tukang makan lu nit). Karena perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami pun makan soto dan gorengan. 
Setelah beberapa saat kami bertemu dengan teman ku yang lain yaitu Dita dan temenya satu lagi, aku lupa siapa namanya. Kebetulan Dita asli Semarang, kami pun berempat memutuskan untuk tahun baruan bareng. Nahh.. jadi sekarang aku dan Pija sudah tidak khawatir lagi karena sudah ada petunjuk jalan.
Sekarang ada 3 spot yang akan kami tuju ( spot ?? emang mau mancing ya) yaitu masjid agung, lawang sewu dan simpang lima tentunya. Dan apa yang terjadi nasib sial ternyata belum mau pergi, spot pertama Masjid Agung gagal total!! Pintu masuknya steril, mungkin karena takut disalah gunakan oleh pengunjung. Spot kedua yaitu Lawang Sewu gagal namun tidak total. Disana kita hanya bisa masuk gerbang saja tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam gedungnya, ya sama aja bohong kan? ke Lawang Sewu cuma sampai pelataranya aja. Kami pun langsung tancap menuju Simpang Lima dan disana sejauh mata memandang yang tampak hanyalah lautan orang. Kami menunggu sekitar 2 jam sebelum pesta kembang api pergantian tahun dimulai. Disana kami icip-icip kuliner, sampe perut begah dan kenyak luar biasa. Saat kami sedang asyik menikmati sosis bakar tiba-tiba byaar, dor, woow, suara-suara dan kilauan warna-warni kembang api menyadarkan kami kalau waktu pergantian tahun sudah tiba. Kami pun larut dalam kecerian menonton indahnya kembang api di bawah naungan kedai sosis di simpang lima. Nahh itulah cerita tahun baruan ku, bagaimana dengan kalian guys ??

Selasa, 30 Desember 2014

Foto bertema MIMPI_DREAM

Kuasa Mimpi
Karya : Nita Melinda

Dikala fajar mulai tenggelam
Kegelapan malap menyeruak menciptakan kesuraman
Ketika angan , rasa, dan cipta bersatu di dada
Menjadi sebuah kekuatan dalam jiwa
Sekejab kita teringat kembali pada sejuta impian dalam memory 
Yang kini mulai tersisih hanya menjadi ironi

Degup jantung dan dinginya angin malam
Membangunkanku dari buaian kehidupan
Mengingatkanku akan kehebatan mimpi yang terpendam
Membangkitkan semangat muda menyala
Menerangi gelapnya malam dalam naungan
Mingga ku gapai impian dalam genggaman 




 

Rabu, 30 April 2014

Puisi Harian

Selamat siang semuanya...
Makasih yang udah mau mampir di blok Nita. Posting kali ini Nita bagiin contoh-contoh puisi untuk para agan semua. Semoga bermanfaat untuk adik-adik yang butuh buat tugas bahasa Indonesia, atau buat kakak-kakaknya yang lagi galaw.
 CCussSS mari dilihat.....


Kekasih Hatiku


Kukenang lembaran waktuku

Saat mata tak henti-hentinya terpaku

Sesosok insan turun bagaikan benalu

Benalu yang mengikis jantung hatiku

Kilau matanya mengalahkan intan permata

Putih kulitnya mencuri warna salju utara

 Hangat senyumnya menjadi selimut didada

Manis sapanya bagaikan brownis pepaya



Namun sekarang...

Kulihat kau dengan sidia

Semua nya berubah

Langit cerah musnah oleh mendung awan

Engkau bagaikan kampak berduri mengores hati

Menyayat kekaguman ini

Mengubah bara menjadi api

Kini matamu bagaikann intan

Intan yang tak lagi dapat bersinar

Kulitmu putih bagaikan cahaya

Cahaya  yang tak enak dipandang mata

Dingin senyumu bak selimut

Selimut  yang tak lagi hinggap didada

Manis sapamu bak manis sakarin

Sakarin yang meracuni sanubari


Karya Nita Melinda




Dari Paru-Paru untuk Paru-Paru

Aku merindukan kampungku yang dulu
Ketika dunia menyanjungnya
Ketika dunia terbelalak pada eksotismenya
Bahkan, ketika rasa bangga terpupuk apik dalam jiwaku
“bangga “ pada karisma  Zamrud alamku
Ingatkah kau, pada birunya cakrawala sebelum kelabu
Pada udara penyejuk kalbu
Dan bukan serdadu penghancur paru-paru
Lalu kepada bening embun diujung dedauanan itu
Bak mutiara bermandikan cahaya magis yang tak kenal sendu

Namun kini kurasa ada yang lepas dari hatiku
Perlahan  persekian deti merembes meninggalkanku
Ya, rasa bangga itu sekarang lenyap dari dadaku
Yang tertinggal hanya guratan pilu menghujam jantungku
Ada apa dengan alamku? Kemana keelokanmu yang dulu ?
Terenggut oleh kebiadapan manusia yang memburu
Ahh,..  bukan lagi cerita baru
Sejak dulu mereka berniat mengikismu
Mereka lupa pada udara Cuma-Cuma Mu
Dunia ini semakin rapuh, membutuhknmu
Dapatkah kau kembali alamku ?
Bisakah kita mengembalikan keasrianmu ?
Bisa !!
Jika kita mau.


  Buah Pena : Laila Fatimah An.Nadhiroh


Commend bisa koq gan... byar puisinya bisa diperbaharui lagi... kalau mau share silahkan..
Tp cantumkan alamat blog ini ya..