First New Year In The
Heroes City (Semarang)
Hello
guys ketemu lagi nih sama aku di the Dream’ Blog, kali ini aku mau ceritain
gimana serunya ngabisin tahun baru sama temen-temen baru, wilayah baru dan
suasana baru pula.
Tahun
baru 2014, hampir semua temanku pulang ke kampung halaman mereka, karena saat
itu kebetulan kampusku tercinta, Kampus UNDIP rumah kita sedang
berlangsung jadwal minggu tenang sebelum
UAS. Tak heran kalo suasana di Tembalang sepi bangat, para mahasiswa yang
biasanya berjubel di tempat foto copy entah itu ngeprint tugas, moto copy tugas
punya temen (hihihi kalau yang ini jangan ditiru yeey) dan masih banyak lagi
keseruan lainya di tempat foto copy(wakswaks).
Cusss
sekarng kita langsung ke topik utama yaitu New Year Party (wooww Super sekali). Karena teman-teman
belum pada balik ke Semarang dan hanya ada aku dan sejumlah kecil teman lain
yang ada, aku pun mengubur dalam-dalam anganku (sedalem apa tuh nit ??) untuk
merayakan tahun baru bersama mereka. Namun, pucuk dicinta ulampun tiba, (huehe sok
puitis lu nit) temanku yang kebetulan ada di Semarang ngajakin aku untuk
tahun baruan bareng di Simpang Lima tempat paling ramai, paling seru dan
paling-paling yang lain, pokoknya tempat ini super banget dehh. Rencananya kami
berangkat sore sekitar jam 4 atau 5, karena cuaca tidak mendukung kami pun baru
berangkat jam 7.
Saat di
perjalanan kami asyik ngobrol, biasa cewek apapun bisa dijadiin bahan obrolan
dari temen kampus, makanan, tempat hiburan dan blablabla. Aku sih nyantai aja
ya, menikmati indah dan ramainya jalan di Semarang, sampai akhirnya si Pija temenku
nyeletuk “Nit, kamu tau jalan ke Simpang Lima kan ??” woww OMG juntung ku
seketika berdegup (dari tadi juga udah berdegup kali). Ternyata Pija tidak tahu jalan
menuju Simpang Lima, Si pija yang ngajak juga tidak tahu, bagaimana dengan aku
coba, udah bisa nebak kan?? tambah tidak tahu lah pasti. Dan akhirnya, yaps
betul sekalii.. kami pun muter-muter, melanglang buana tak tentu arah tujuan.
Sampai jam 8.30 kami tetap belum menemukan titik terang. Hingga kami mendengar
suara-suara horor, suara itu mendorong kami untuk berhenti di angkringan (huahaha dasar
tukang makan lu nit). Karena perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya
kami pun makan soto dan gorengan.
Setelah
beberapa saat kami bertemu dengan teman ku yang lain yaitu Dita dan temenya
satu lagi, aku lupa siapa namanya. Kebetulan Dita asli Semarang, kami pun
berempat memutuskan untuk tahun baruan bareng. Nahh.. jadi sekarang aku dan Pija
sudah tidak khawatir lagi karena sudah ada petunjuk jalan.
Sekarang
ada 3 spot yang akan kami tuju ( spot ?? emang mau mancing ya) yaitu masjid agung,
lawang sewu dan simpang lima tentunya. Dan apa yang terjadi nasib sial ternyata
belum mau pergi, spot pertama Masjid Agung gagal total!! Pintu masuknya steril,
mungkin karena takut disalah gunakan oleh pengunjung. Spot kedua yaitu Lawang
Sewu gagal namun tidak total. Disana kita hanya bisa masuk gerbang saja tidak
diperbolehkan untuk masuk ke dalam gedungnya, ya sama aja bohong kan? ke Lawang
Sewu cuma sampai pelataranya aja. Kami pun langsung tancap menuju Simpang Lima
dan disana sejauh mata memandang yang tampak hanyalah lautan orang. Kami
menunggu sekitar 2 jam sebelum pesta kembang api pergantian tahun dimulai.
Disana kami icip-icip kuliner, sampe perut begah dan kenyak luar biasa. Saat
kami sedang asyik menikmati sosis bakar tiba-tiba byaar, dor, woow, suara-suara
dan kilauan warna-warni kembang api menyadarkan kami kalau waktu pergantian
tahun sudah tiba. Kami pun larut dalam kecerian menonton indahnya kembang api di
bawah naungan kedai sosis di simpang lima. Nahh itulah cerita tahun baruan ku,
bagaimana dengan kalian guys ??

